Minggu, 22 Mei 2011

Contoh Proposal Penelitian Ilmiah

PEMBUATAN DATABASE SISWA
PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI CERIA KOTA SUKA-SUKA

1. Latar Belakang

        Perkembangan bidang sistem informasi saat ini memungkinkan semua bidang kehidupan manusia dapat semakin ringan dikerjakan dengan bantuan komputer. Demikian halnya dengan pengelolaan data siswa di sebuah sekolah. Dengan menggunakan perangkat lunak data base, data siswa dapat diakses dengan cepat oleh kepala sekolah, guru BP, atau orang tua siswa dengan bantuan komputer.

        Untuk dapat menyelesaikan belajar pada Universitas IT Depok, Mahasiswa diharuskan membuat tugas akhir berupa suatu produk yang layak jual atau layak pakai. Kegiatan ini dipakai sebagai ujian kompetensi. Sehingga profil kompetensi lulusan Universitas Gunadarma dapat dilihat secara langsung pada bentuk tugas akhir yang dikerjakannya.

        Dari kedua hal diatas, kami sebagai Mahasiswa Universitas IT Depok semester 6, diharuskan membuat Penelitian Ilmiah dengan judul Pembuatan Database Siswa Pada Sekolah Menengah Atas Negeri Ceria Kota Suka-suka

2. Alasan Pemilihan Judul

   Kami memilih judul tersebut karena beberapa alasan, antara lain :
   a. Kompetensi Pembuatan Data Base merupakan salah satu kompetensi yang dipelajari di jurusan Sistem Informasi Universitas IT Depok.
   b. Program Data Base Siswa sangat diperlukan di Sekolah yang dapat digunakan untuk mengetahui secara cepat data-data tentang siswa.
       

3. Tujuan Pembuatan Tugas Akhir.
    a. Memenuhi salah satu persyaratan untuk dapat menyelesaikan Penelitian Ilmiah.
    b. Mengaktualisasikan diri sebagai tenaga teknik informatika tingkat menengah.

4. Jenis Kegiatan.
    a. Proyek, menghasilkan suatu produk data base siswa.
    b. Perseorangan, dikerjakan sendiri dengan bimbingan Dosen Pembimbing Sistem Informasi Ibu..............

5. Strategi Pelaksanaan.
    Pelaksanaan ini melalui strategi atau tahapan sebagai beikut :
    a. Mengadakan pendekatan ke pihak sekolah.
    b. Meminta ijin ke sekolah.
    c. Pengumpulan data.
    d. Pembuatan design data base dan tampilan.
    e. Memasukkan data (data entry).
    f.  Uji coba.
    g. Perbaikan.
    h. Pemasangan program pada komputer sekolah.
    i.  Pelatihan bagi operator data base di sekolah.
    j.  Pembuatan buku penelitian ilmiah.
    k. Presentasi di muka penguji.

6. Waktu dan tempat.
    a. Waktu  : 25 Juli 2011 s/d 17 Oktober 2011.
    b. Tempat : SMAN Ceria Kota Suka-suka.

7. Pelaksanaan Kegiatan.
 

No

Kegiatan

Juli

Agustus

September

Oktober

Keterangan

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1.

Pemilihan Judul

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

2.

Konsultasi dengan pembimbing

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

3.

Pendekatan ke sekolah

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

4.

Meminta ijin ke sekolah

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

5.

Pengumpulan Data

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

6.

Pembuatan Design Data Base dan Tampilan

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

7.

Memasukkan data (Data Entry)

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

8.

Uji Coba

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

9.

Perbaikan

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

10

Pemasangan Program pada Komputer Sekolah

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

11.

Pelatihan bagi operator di sekolah

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

12.

Pembuatan Buku Penelitian Ilmiah

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

13.

Presentasi di muka penguji

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

14.

Revisi Buku Tugas Akhir

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

  

8. Pendanaan   

No

Kegiatan / Barang

Jumlah

Biaya satuan

Total Biaya

Keterangan

1.

Pembuatan Proposal

3 buah

Rp    5.000,00

Rp        15.000,00

  

2.

Pembelian Buku Microsoft Acces 2010

1buah

Rp   30.000,00

Rp        30.000,00

  

3.

Transport

16 kali

Rp     4.000,00

Rp        64.000,00

  

4.

Pembuatan Buku Penelitian Ilmiah

3 buah

Rp   20.000,00

Rp        60.000,00

  

5.

CD-R

2 buah

Rp     4.000,00

Rp          8.000,00

  

6.

Sewa Komputer

60 jam

Rp     1.000,00

Rp        60.000,00

  

7.

Perlengkapan presentasi Penelitian Ilmiah

1 unit

Rp   25.000,00

Rp        25.000,00

  

8.

Lain-lain

  

  

Rp        28.000,00

  

J u m l a h

Rp      290 .000,00
(dua ratus sembilan puluh ribu rupiah)


Dana berasal dari :
a. Orang tua                                                                    : Rp  100.000,00 (seratus ribu rupiah)
b. Diharapkan partisipasi dari SMAN Ceria Kota Suka-suka     : Rp  190.000,00 (seratus sembilan puluh ribu rupiah)

9. Pelaporan

Semua kegiatan yang mendukung Tugas Akhir ditulis dalam Buku Proyek Akhir yang sistimatikanya sebagai berikut :

Halaman Judul
Pengesahan
Abstrak
Kata pengantar
Ucapan Terima Kasih
Daftar Isi
Daftar Gambar
Daftar Tabel
BAB I Pendahuluan
            1.1 Latar Belakang
            1.2 Tujuan Penulisan
            1.3 Permasalahan
            1.4 Batasan Masalah
            1.5 Sistimatika Pembahasan
BAB II Teori Penunjang
            2.1 Data Base
            2.2 Microsoft Acces 2010
            2.3 Jaringan Komputer
            2.4 Intranet
            2.5 HTML
            2.6 PHP
BAB III Perencanaan dan Pembuatan
            3.1 Blok Diagram program
            3.2 Instalasi Operating System Windows 7
            3.3 Instalasi Microsoft Office
            3.4 Instalasi PHP Triad
            3.5 Pemasangan Driver ODBC Microsoft Acces
            3.6 Pembuatan Design Data Base
            3.7 Pembuatan Design Tampilan menggunakan HTML dan PHP
BAB IV Pengujian dan Analisa
            4.1 Pengujian tampilan halaman depan
            4.2 Pengujian program pencarian nama siswa
            4.3 Pengujian program data seorang siswa
            4.4 Pengujian program penampilan nilai siswa
BAB V Penutup
            5.1 Kesimpulan
            5.2 Saran-saran
Daftar Pustaka
Lampiran

Mengetahui

Pembimbing

  

Depok, 7 Juli 2011
Penyusun

  

  

  

Dr. Xavi Hernandez

  

Haikal Rifki

           
 

   
 

       
 

Sabtu, 23 April 2011

Proposal

1. Pengertian Proposal

Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah "Proposal Penelitian" dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk "Proposal Penelitian" ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.


 

2. Jenis-jenis Proposal

1) Proposal Penelitian Pengembangan

Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

2) Proposal Penelitian Kajian Pustaka

Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu padapenelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacamini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustakayang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran ataugagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada,sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

3) Proposal Penelitian Kualitatif

Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melaluipengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci.Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekataninduktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitiankualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-cirinaturalistik yang penuh keotentikan.

4) Proposal Penelitian Kuantitatif

Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan iniberangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkanpengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.


 

3. Syarat-syarat Proposal

Sebuah proposal dapat dikatakan bagus apabila memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya adalah sebagai berikut:


  1. Sistematis

    Sistematis artinya sesuai dengan pola tertentu dari sederhana hingga kompleks. Proposal harus dapat memberikan gambaran tentang rencana yang akan dilakukan. Susunan proposal dapat bervariasi tergantung kebijakan institusi. Namun biasanya harus mengandung latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat, rencana metodologi yang akan digunakan, dan alat ukur yang digunakan.


  2. Terencana

    Proposal yang baik memuat langkah-langkah pelaksanaan kegiatan, lengkap dengan jadwal pengumpulan data, analisa data hingga pelaporannya.


  3. Mengikuti konsep ilmiah

    Proposal harus mengikuti kaidah penulisan ilmiah. Baik tata cara penulisan dan tata bahasa yang digunakan.


 

4. Sistematika Proposal

  1. Pendahuluan

    a. Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.

b. Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata)

c. Pointpoint pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen SWOT yang telah dibahas sebelumnya.

  1. Dasar Pemikiran

    a. Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lainlain

    b. Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian

  2. Tujuan

a. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)

b. Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa

  1. Tema

    Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut

  1. Jenis Kegiatan

    a. Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,

    b. Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal : berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.

  1. Target

    Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuranukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.

    Contoh : Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masingmasing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai ratarata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.

    1. Sasaran/Peserta

    Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).

    8) Waktu dan Tempat Pelaksanaan

    Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.

    9) Anggaran Dana

    Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri

    1. Susunan Panitia

    Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang pentingpenting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.

    1. Jadwal Kegiatan

    a. Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya

    b. Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.

    1. Penutup

    a. Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.

b. Ditutup dengan lembar pengesahan proposal

c. Terakhir, diikuti dengan lampiran


 

Referensi :

[1] http://www.scribd.com/doc/7750045/Proposal

[2] http://www.scribd.com/doc/48268416/jenis-jenis-proposal

[3] http://nersimet.blogspot.com/2010/09/syarat-komponen-proposal-penelitian.html


 


 

Kamis, 21 April 2011

Laporan

1. Pengertian Laporan

Kata "Laporan" dibentuk dari kata dasar "Lapor" dan mendapatkan akhiran (sufiks)-an, yang dapat diberi arti sebagai segala sesuatu yang dilaporkan atau pemberitahuan tentang sesuatu. Pengertian laporan menurut The Oxford English Dictionary dalam kusumah, dkk (2002: 2.3) adalah:

a) cerita yang dibawaan oleh seseorang kepada orang lain yang diteliti secara khusus.

b) pernyataan formal hasil penelitian, tentang sesuatu hal yang memerlukan informasi yang pasti, dibuat oleh seseorang atau sebuah lembaga atau harus melakukannya.

Siswanto (1982:62) memberikan batasan tentang laporan (report) yaitu sebagai informasi tertulis yang dimaksudkan sebagai pertanggungjawaban atas sesuatu penugasan. Laporan juga dapat dikatakan sebagai sesuatu macam dokumen yang disampaikan atau menyampaikan informasi mengenai sebuah masalah yang telah atau tengah diselidiki, dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran atau tindakan yang akan diambil (Keraf, 1993:284).

Sejalan dengan pendapat Keraf, Parera (1987:56) mengemukakan laporan pada asarnya suatu bentuk penyampaian dan perjanjian fakta-fakta dan pemikiran-pemikiran guna tindakan.

Dari beberapa pendapat pengertian laporan di atas dapat disimpulkan bahwa laporan merupakan suatu bentuk penyampaian dan penyajian kegiatan baik secara lisan maupun tertulis atau dokumen berupa fakta-fakta yang dimanfaatkan guna mengambil sebuah keputusan atau tindak lanjut bagi seseorang atau lembaga atau instansi tertentu.


 

2. Macam-macam laporan

Menurut jenisnya laporan dibedakan atas laporan formal dan laporan non formal.

Laporan formal adalah laporan yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. ada halaman judul

b. ada surat atau pernyataan penyesalan

c. ada daftar isi

d. ada ikhtisar atau abstrak

e. ada pendahuluan, isi, dan penutup

Laporan non formal adalah laporan yang tidak memenuhi beberapa unsur formal di atas. Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan kepentingan penulisannya.

Menurut bentuknya laporan terdiri atas:

Berdasarkan bentuknya laporan dibedakan atas:

a. Laporan berbentuk formulir isian

b. Laporan berbentuk surat

c. Laporan berbentuk memorandum atau nota

d. Laporan jurnalistik

e. Laporan ilmiah/penelitian (makalah, skripsi tesis, dan disectasi)

f. Laporan percobaan

g. Laporan hasil pengamatan

h. Laporan perjalanan


 

3. Fungsi laporan

Laporan mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Pertanggungjawaban bagi orang yang diberi tugas
  2. Landasan pimpinan dalam mengambil kebijakan atau keputusan
  3. Alat untuk melakukan pengawasan
  4. Dokumen sebagai bahan studi dan pengalaman bagi orang lain.


 

4. Sistematika laporan

Adapun sistematika laporan adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah – berisi alasan dilakukannya penelitian, yaitu ketidakpuasan yang dirasakan oleh peneliti, kemudian adanya dorongan untuk melakukan penelitian.

B. Identifikasi Masalah, berisi hal-hal yang diperkirakan menjadi penyebab timbulnya
situasi ketidakpuasan.

C. Rumusan Masalah, berisi informasi apa saja yang diinginkan oleh peneliti untuk diketahui melalui pengumpulan data.

D. Tujuan Penelitian, berisi gambaran tentang hasil yang diperoleh dari penelitian. Kesalahan umum yang diperbuat peneliti adalah bahwa tujuan penelitian sudah menyebut untuk memecahkan masalah atau ketidakpuasan. Uraian seperti ini salah.
E. Manfaat Hasil Penelitian, yaitu pihak-pihak yang akan beruntung karena dapat memanfaatkan hasil penelitian.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Dalam bab ini peneliti menuliskan teori-teori yang diperlukan untuk mendukung keterlaksanaan penelitian. Kebanyakan pengawas merasa bahwa kajian pustaka untuk mencari dukungan teori ini sulit sekali dan bahkan tidak terbayang dapat melakukan penelitian karena takut harus mencari dukungan teori. Teori yang dibutuhkan tidak sulit. Selama kita bekerja dengan dan dalam lingkungan manusia, teori yang diambil harus yang terkait dengan sifat-sifat alami manusia. Seperti contoh kita, karena alasan yang menjadi penyebab timbulnya ketidakpuasan ada dalam diri manusia, dicarilah teori yang terkait dengan andragogi, yaitu ilmu tentang manusia dewasa.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Objek yang diteliti dan rinciannya, bukti-bukti yang terkait

B. Sumber data dari mana informasi tentang objek yang diteliti dapat diambil. Dari penjelasan tentang sumber data, barulah peneliti dapat menentukan populasi dan sampel.
C. Metode dan instrmen pengumpulan data. Jika pengawas merasa kesulitan menyusun angket, pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara atau pengamatan.
D. Metode analisis data, yaitu mengolah informasi yang diperoleh. Bagian ini juga sering ditakuti oleh peneliti, karena mengira bahwa analisis data harus menggunakan rumus-rumus statistic. Perkiraan seperti itu tidak benar. Analisis data dapat dilakukan hanya dengan persentase atau jumlah dan rata-rata, yang dapat dilakukan dengan cara yang mudah sekali. Yang penting adalah bahwa analisis data harus dilakukan mengarah pada rumusan masalah, karena hasil analisis akan menjawab rumusan masalah.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian tidak harus disajikan secara panjang lebar. Yang penting ada sajian data, hasil analisis dan hasil analisis, kemudian ada pembahasan atau ulasan yang menjelaskan hasil pemikiran peneliti tentang data yang diperoleh.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab V atau bab terakhir ini pengawas menyampaikan hasil yang diperoleh di bab IV secara singkat, terutama harus diusahakan agar kalimat-kalimat dalam kesimpulan ini merupakan jawaban dari kalimat-kalimat dalam rumuan masalah bab I
nomor C.


 

Refrensi :

[1] http://www.definisionline.com/2010/08/pengertian-laporan.html

[2] http://siswijaya.tripod.com/Indonesia.pdf

[3] http://www.pusdiknakes.or.id/info/ujian/bhsindo.pdf


 


 


 

Selasa, 29 Maret 2011

PENGUMPULAN DATA

Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.
Adapun teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah wawancara, observasi, dan kuesioner.
1. Wawancara
1.1 Pengertian Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif) . Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. 
1) Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara. 
2) Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.
 1.2 Kelebihan Teknik Wawancara
1) Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebasa dan terbuka terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. 
2) Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang Sesuai dengan situasi yang berkembang.
3) Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari gerak-gerik dan raut wajah orang yang diwawancarai.
4) Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi.
1.3 Kelemahan Wawancara
1) Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga secara relatif mahal dibandingkan dengan teknik yang lainnya.
2) Keberhasilan hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk melakukan hubungan antar manusia.
3) Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tenpat yang tertentu, misalnya di lokasi-lokasi yang ribut dan ramai.

2. Observasi
2.1 Pengertian Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar. Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
1) Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
2) Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
2.2 Kelebihan Observasi
1) Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi.
2) Penganalisis melalui observasi dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Melalui observasi, penganalisis dapat mengidentifikasikan kegiatan-kegiatan yang tidak tepat yang telah digambarkan oleh teknik pengumpulan data yang lain.
3) Dengan observasi, penganalisis dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan- kegiatan, misalnya tata letak fisik perlatan, penerangan, gangguan suara, dsb.
2.3 Kelemahan Observasi
1) Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan pekerjaanya dengan tidak semestinya.
2) Pekerjaan yang sedang diobservasi mungkin tidak dapat mewakili suatu tingkat kesulitas pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan.
3) Observasi dapat mengganggu pekerjaan yang sedang dilakukan.
4) Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutupi kejelekannya.

3. Kuesioner
3.1 Pengertian Kuesioner
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
a. Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :
1)             1) Isi dan tujuan pertanyaan
Jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
2)                  2) Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden
3)            3) Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau tertutup.
Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
Contoh :
Terbuka : Berapa Kali Anda Ke Kampus ?.....................
Tertutup : berapa kali anda ke kemapus ? (a). 1 – 2 (b). 3 – 5 dst
4)                  4)  Pertanyaan tidak mendua 
                  Artinya pertanyaan tidak mengandung dua arti yang akan menyulitkan responden.
Contoh : bagaimana pendapat anda tentang kondisi kelas dan kemampuan guru menjelaskan pelajaran di kelas ?
Jika pertanyan mendua seperti ini sebaiknya dipecah menjadi dua pertanyaan.
5)                   5) Tidak menggunakan pertanyaan yang menyebabkan respondenberpikir keras
Contoh :
Pertanyaan keadaan perusahaan 10 tahun lalu ?. Umumnya pertanyaan seperti ini akan menyebabkan responden berpikir keras untuk mengingat-ingat kondisi yang terjadi di masa lalu.
6)                   6)  Pertanyaan tidak menggiring responden. 
                  Contohnya :
Apakah anda setuju jika kesejahteraan karyawan ditingkatkan ?..jawabannya pasti.....Ya Iyaalaaah Atau pertanyan seperti "Perlukah diambil tindakan tegas pada aparat hukum yang melakukan korupsi ??"....he.he.he...
7)            7)  Pertanyaan tidak boleh tertalu panjang atau terlalu banyak.
 Kalau terlalu panjang atau tertalu banyak akan menyebabkan responden merasa jenuh untuk mengisinya.
  8)  Urutan pertanyaan dimulai dari yang umum sampai ke spesifik, atau dari yang mudah menuju ke yang sulit, atau di acak.
b. Prinsip Pengukuran memuat seperangkat ujicoba instrumen.
Artinya sebelum menyebarkan angket, perlu dilakukan beberapa percobaan sehingga selain diketahui validitas dan reliabilitasnya, juga akan diperoleh estimasi waktu pengerjaan, tingkat kesulitan dan berbagai hal lainnya.
c. Penampilan Fisik
Penampilan fisik merupakan salah satu daya tarik dan keseriusan responden dalam mengisi angket. Namun tentu saja, angket yang bagus, terkesan resmi tentunya memerlukan biaya yang lebih besar dibanding angket yang di cetak di atas kertas seadanya.
3.2 Kelebihan teknik kuesioner :
1)      Kuesioner baik untuk sumber data yang banyak dan tersebar.
2)      Responden tidak merasa terganggu, karena dapat mengisi kuesioner
3)      dengan memilih waktunya sendiri yang paling luang.
4)      Kuesioner secara relatip lebih efisien untuk sumber data yang banyak.
5)      Karena kuesioner biasanya tidak mencantumkan identitas responden,
6)      maka hasilnya dapat lebih objektif.
3.3 Kekurangan teknik kuesioner :
1)      Kuesioner tidak menggaransi responden untuk menjawab pertanyaan
2)      dengan sepenuh hati.
3)      Kuesioner cenderung tidak fleksibel, artinya pertanyaan yang harus
4)      dijawab terbatas yang dicantumkan di kuesioner saja, tidak dapat
5)      dikembangkan lagi sesuai dengan situasinya.
6)      Pengumpulan sampel tidak dapat dilakukan secara bersama-sama
7)      dengan daftar pertanyaan, lain halnya dengan obeservasi yang dapat
8)      sekaligus mengumpulkan sampel
9)      Kuesioner yang lengkap sulit untuk dibuat.

 Referensi :
[2] http://febriani.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/24921/Teknik+Pengumpulan+Data.pdf