Kamis, 17 Juni 2010

Teori Organisasi Umum 2

PERMINTAAN & PENAWARAN

Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh :
ð  Permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
·  Hukum Permintaan (the low of demand)
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat”.
·    Hukum Penawaran
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa :
“Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”
                                  
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan dan Penawaran
·    Faktor –faktor yang memperngaruhi Tingkat Permintaan (demand)
Manusia adalah makhluk sosial yang dinamis, sehingga terjadi perubahan-perubahan
yang dapat mempengaruhi kebutuhan hidupnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah:
a. Harga barang itu sendiri
Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya terhadap jumlah barang yang diminta.
b. Pendapatan masyarakat
Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan.
c. Intensitas kebutuhan
Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang atau
jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah permintaan berbeda.
d. Distribusi Pendapatan
Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat, sebaliknya pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka secara keseluruhan jumlah permintaan akan turun.
e. Pertambahan penduduk
Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat.
f. Selera (Taste)
Perkembangan mode, pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera masyarakat, yang akan mempunyai pengaruh terhadap jumlah permintaan.
g. Barang pengganti (substitusi)
Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya.
Contoh:
1. Pada saat harga beras naik sangat tinggi, maka masyarakat yang tidak
mampu akan beralih membeli jagung sebagai pengganti beras.
2. Pada saat harga buku tulis dengan kertas putih meningkat sangat tinggi,
maka masyarakat yang tidak mampu akan beralih membeli buku dengan
kertas koran.

·    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1.  Biaya produksi dan teknologi yang digunakan

jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2.  Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3.  Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.
D. Kurva Permintaan dan Penawaran
·    Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.”
Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.
Kurva permintaan digambarkan dengan anggapan cateris paribus, masih ingatkan, apa artinya? Jika faktor-faktor lain berubah, maka kurva permintaan juga akan mengalami perubahan/pergeseran. Kurva permintaan dapat berubah karena:
1. Perubahan Harga
Perubahan harga mengakibatkan perubahan permintaan, yaitu:
a. Jika harga naik, maka jumlah permintaan akan berkurang. Kurva bergeser ke kiri.
b. Jika harga turun, maka jumlah permintaan akan naik. Kurva bergeser ke kanan.
Contoh 1:
Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan harga
Gb.D.1 Kurva Permintaan

Pada saat harga Rp.30,00 jumlah permintaan 50 unit. Harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah permintaan turun menjadi 30 unit. Pada saat harga turun menjadi
Rp.20,00, maka permintaan meningkat menjadi 70 unit.

2. Perubahan Pendapatan Masyarakat
Pendapatan masyarakat akan mengakibatkan perubahan permintaan.
a. Jika pendapatan masyarakat naik, maka jumlah permintaan akan bertambah dan kurva permintaan akan bergeser ke kanan.
b. Jika pendapatan masyarakat turun, maka jumlah permintaan akan berkurang, dan  kurva permintaan akan bergeser ke kiri.
Contoh 2:
Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan pendapatan masyarakat
Gb.D.2 Kurva Permintaan

Pendapatan masyarakat mula-mula Rp.30,00 jumlah yang diminta 40 unit. Pendapatan meningkat Rp.40,00 jumlah permintaan naik menjadi 50 unit. Pendapatan turun menjadi Rp.20,00 jumlah permintaan menjadi 30 unit.

·    Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
Garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan. Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual atau produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak.
Contoh :
Harga
Jumlah yang ditawarkan
Rp. 100,00 200
Rp. 200,00 300
Rp. 300,00 400
Rp. 400,00 500
Rp. 500,00 600
unit
unit
unit
unit
unit
                                                                     Gb.D.3 Kurva Penawaran

          Pergeseran Kurva Penawaran :
Kurva penawaran akan mengalami pergeseran, tergantung pada faktor yang mempengaruhinya.
·  Jika harga barang naik, maka jumlah penawaran akan bertambah, sehingga kurva
bergeser ke kanan.
·  Jika harga barang turun, maka jumlah penawaran akan berkurang, kurva bergeser
ke kiri.
Contoh:
Pergeseran kurva penawaran akibat perubahan harga barang.
 Gb.D.4 Kurva Penawaran

- Pada saat harga Rp.30,00 jumlah unit yang ditawarkan sejumlah 40 unit.
- Pada saat harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah barang yang ditawarkan meningkat
menjadi 60 unit, kurve bergeser ke kanan.
- Pada saat harga turun menjadi Rp.20,00 maka jumlah yang ditawarkan berkurang
menjadi 25 unit, kurva penawaran bergeser ke kiri.


KESEIMBANGAN HARGA

Keseimbangan harga merupakan titik temu antara permintaan dan penawaran yang merupakan proses alami mekanisme pasar. Permintaan/pembeli berusaha untuk mendapatkan barang/jasa yang baik dengan harga yang murah, sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibat dari tarik-menarik/tawar-menawar antara permintaan dan penawaran, maka akan tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga.
1. Pengertian
Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, Sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.
2. Proses terbentuknya Harga Pasar
Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan.
Perhatikan tabel berikut dan amati perubahannya.
Harga
Jumlah yang diminta
Jumlah yang ditawarkan
Rp. 200,00
Rp. 300,00
Rp. 400,00
Rp. 500,00
Rp. 600,00
7.000 unit
6.000 unit
5.000 unit
4.000 unit
3.000 unit
3.000 unit
4.000 unit
5.000 unit
6.000 unit
7.000 unit
Gb.2.1 Kurva Harga Keseimbangan

P pada Rp. 400,00 terjadi Equilibrium Price dengan jumlah yang ditawarkan (S) sama
dengan jumlah yang diminta (D), yaitu sebesar 5.000 unit.
Penjual menawarkan dengan harga Rp.600,00 dengan jumlah barang yang terjual/ditawarkan 7.000 unit. Sedangkan pembeli menawar dengan harga Rp.200,00 dan jumlah barang yang diminta 7.000 unit. Karena tidak terjadi kesepakatan, maka penjual berusaha menurunkan harga dan pembeli berusaha menaikkan penawaran, demikian seterusnya sampai akhirnya bertemu pada harga Rp.400,00 dengan jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta, sebesar 5.000 unit.
3. Pergeseran Titik Keseimbangan
Titik keseimbangan (Equilibrium Price) akan mengalami pergeseran akibat dari naik
turunnya akibat perubahan penawaran/permintaan.
1) Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah
     permintaan.
Jika jumlah permintaan bertambah sedangkan jumlah penawaran tetap, maka ada kecenderungan harga akan naik. Misalnya pada harga Rp.20,00 jumlah permintaan 30 unit. Jika jumlah permintaan meningkat 40 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.30,00. Perhatikan di grafik: E akan berubah menjadi E1.
 
Gb.3.1) Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah permintaan

2) Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah     permintaan.
Jika jumlah permintan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga akan turun. Misalnya harga Rp.25,00 jumlah permintaan 45 unit. Apabila jumlah permintaan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.15,00.
 
Gb.3.2) pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan

3) Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah
    penawaran.
Jika jumlah penawaran bertambah sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan turun. Misalnya pada harga Rp.40,00 jumlah penawaran 40 unit. Jika jumlah penawaran bertambah menjadi 50 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.30,00.
 
Gb.3.3) pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah penawaran

     4) Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah
         penawaran.
Jika jumlah penawaran berkurang, sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan naik. Misalnya pada harga Rp.25,00 jumlah penawaran 45 unit. Jika jumlah penawaran berkurang menjadi 35 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.35,00.
Gb.3.4) pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah penawaran



 KONSEP ELASTISITAS DALAM EKONOMI

1.    Elastisitas Harga Permintaan ep (Price elasticity of demand)
ð  Koefisien elastisitas harga permintaan menunjukan ukuran besarnya rasio antara persentase perubahan jumlah produk yang diminta dan persentase perubahan harga produk tersebut
ð  Dirumuskan (rumus elastisitas busur / arc elastucity) :
Ep = {% ΔQd / % Δ P} atau, Ep = [-(Δ Qd / Δ P) / (P/Qd)]
ð  Contoh Kasus
Satu set komputer mula-mula dijual seharga Rp 5.000.000 kemudian diturunkan menjadi Rp 4.500.000 (turun 10%) diikuti oleh berubahnya permintaan dari 10 unit menjadi 13 unit (naik 30%), maka :
Ep = [% Δ Qd / % Δ P]
         = 30% / 10%
         = 3
2.    Elastisitas silang (cross elasticity of demand - Exy)
ð  Elastisitas silang (Exy) merupakan ukuran perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang x yang diminta dengan persentase harga barang y (substitusi/komplemen)
ð  Dirumuskan
Exy = [% ΔQx / % ΔPy]
Dimana :
a)    Jika bernilai positif maka antara x dan y substitutif
b)   Jika bernilai negatif maka antara x dan y komplementer
c)    Jika bernilai nol maka antara x dan y independen
ð  Contoh Kasus
Masyarakat Jakarta meminta gula pasir 100 ton/th pada saat harga kopi Rp 10.000 per kg. Jika harga kopi berubah menjadi Rp 12.000 (naik 20%) maka permintaan gula menjadi 90.000 ton (turun 10%), maka :
Exy = -10%/20% = -1/2
~ Kesimpulannya berarti antara gula dan kopi merupakan barang komplementer
3.    Elastisitas pendapatan (income elasticity of demand- Ei)
ð  Koefisien elastisitas elastisitas pendapatan merupakan ukuran persentase perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan pendapatan konsumen sebesar 1 persen (%)
Ei = % ΔQd / % ΔI)
ð  Rumus elastisitas pendapatan (Ei)
1.    Elastisitas busur
     Ei =[Δ Qd/ Δ I]*{[(I2+I1)/2] / [(Q2+Q1)/2]}
2. Elastisitas titik
     Ei = (Δ Qd/ Δ I) *( I / Qd)
ð  Hubungan antara koefisien elastisitas pendapatan dengan jenis barang
1)   Jika Ei bernilai positif berarti barang normal
2)   Jika Ei bernilai negatif berarti barang inferior
3)   Jika Ei bernilai posisif dibawah satu berarti barang kebutuhan pokok
4)   Jika Ei bernilai posisif di atas satu berarti barang mewah
ð  Interpretasi nilai
1)   Ei bernilai posistif berarti jika pendapatan meningkat maka permintaan barang meningkat
2)   Ei bernilai negatif berarti jika pendapatan meningkat maka permintaan menurun
3)   Ei bernilai positif lebih kecil dari satu berarti persentase perubahan pendapatan diikuti dengan persentase yang lebih kecil pada perubahan permintaan (inelastis)
4)   Ei lebih besar dari satu berarti persentase perubahan pendapatan diikuti perubahan dengan persentase yang lebih besar pada perubahan permintaan (elastis)
ð  Contoh Kasus
Titik
I
Qd
 A
100
30
B
150
50


Maka :
Ei (titik tengah-busur)
                Ei=(50-30)/(150-100)* {[(150+100)/2] / [(50+30)/2]}
                Ei = 1,25


BIAYA & PENDAPATAN
A.  Biaya (cost)
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.
Macam-macam biaya, yaitu :
1.      Total Fixed Cost (ongkos total tetap)
Total Fixed Cost adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh : Penyusutan, sewa, dsb.
Biaya total (TFC) tidak tergantung pada kuantitas output (Q),sedangkan biaya variabel total bergantung pada kuantitas output.
2.      Total Variabel Cost ( ongkos variabel total )
Total Variabel Cost adalah jumblah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan.Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja dan sebagainya.
3.      Total Cost (ongkos total )
Total cost adalah penjumblahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel.
Dirumuskan =>  TC = TFC + TVC
4.      Averege Fixed Cost ( ongkos tetap rata-rata )
Average Fixed Cost adalah ongkos tetap yang dibebankan untuk setiap unit output.
Dirumuskan => AFC = (TFC / Q)*Q
Biaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis horisontal, karena AFC = TFC/Q
5.      Averege Fixed Cost (ongkos variabel rata-rata)
Average Fixed Cost adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output. Dirumuskan => AVC = TVC/Q
6.      Averege Total Cost (onggkos total rata-rata)
Average Total Cost adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.
Dirumuskan => ATC = TC / Q
7.      Marginal Cost (ongkos marginal)
Marginal Cost adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.
Dirumuskan => MC = ∆TC / ∆Q = ∆TVC / ∆Q
B.  Pendapatan (Revenue)
Pendapatan adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya. Atau berapa jumlah pendapatan yang akan diperoleh dengan memproduksi barang tersebut. Macam-macam revenue, yaitu :
1.    Total Revenue (TR)
Total Revenue adalah penerimaan total dari hasil penjualan output.
dirumuskan =>  TR = P*Q
dimana =>  P = Price / Harga
                      Q = Quantity / Jumlah Barang
2.    Average Revenue (AR)
Average Revenue adalah penerimaan perunit dari penjualan output.
dirumuskan => AR = TR / Q = (P*Q)/Q = P
 jadi, AR = P
3. Marginal Revenue (MR)
Marginal Revenue adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output.
dirumuskan => MR = ∆TR / ∆Q
 C.  Pendapatan Maximum
Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).
Terdapat tiga pendekatan perhitungan pendapatan maksimum, yaitu :
1. Total penerimaan (Total revenue : TR),
Total Penerimaan yaitu total penerimaan dari hasil penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).
2. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR),
Penerimaan rata-rata yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR),
Penerimaan Marginal yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal. Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
1. Positif;
2. Sama dengan nol;
3. Negatif.

STRUKTUR PASAR
1.    Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain.
 Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
- Jumlah penjual dan pembeli banyak
- Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
- Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
- Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
- Posisi tawar konsumen kuat
- Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
- Sensitif terhadap perubahan harga
- Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar

2.     Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar monopolistik :
- Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
- Mirip dengan pasar persaingan sempurna
- Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
- Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
- Relatif mudah keluar masuk pasar
3.    Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar oligopoli :
- Harga produk yang dijual relatif sama
- Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
- Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
- Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
4.    Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (PLN), perusahaan kereta api (PT.KAI), dan lain sebagainya.
Sifat-sifat pasar monopoli :
- Hanya terdapat satu penjual atau produsen
- Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
- Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
- Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
- Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
- Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses


PENGERTIAN TENTANG UANG
 Uang adalah bagian yg tidak bisa terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Setiap orang membutuhkan uang, karena uang digunakn hampir disetiap segi kehidupan manusia. Semua kegiatan ekonomi memerlukannya. Sejarah uang dimulai ketika manusia menyadari bahwa dia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, manusia  saling melakukan tukar-menukar barang atau disebut dengan barter, dan inilah awal mula dari sejarah uang. Lambat laun, manusia meninggalkan cara barter, karena cara barter dirasakan sangat tidak efisien dan efektif untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Jenis – jenis Uang
1. Uang Kartal
Uang kartal adalah uang yang dijadikan sebagai alat transaksi sah dan wajib diterima seluruh masyarakat pada perekonomian. Uang kartal umumnya berbentuk uang kertas dan uang logam yang di Indonesia dibuat oleh Bank Indonesia selaku bank sentral yang diberi hak tunggal mencetak yang / hak oktroi. Uang dilindungi oleh Undang-Undang di mana pelaku pemalsuan uang diancam oleh hukuman denda dan kurungan penjara. Contoh uang kartal seperti uang logam Rp. 100,- uang kertas Rp. 1.000,- dan lain sebagainya.
2. Uang Giral
Uang giral adalah suatu tagihan pada bank umum yang dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran dan transaksi yang sah dan masyarakt tidak wajib menerima pembayarannya. Uang giral dapat dibilang mudah, aman dan praktis karena dalam melakukan transaksi di mana seseorang tidak perlu menghitung dan membawa banyak uang kontan, jika hilang atau jatuh ke tangan orang jahat dapat segera diblokir dan mudah dalam penggunaannya. Contoh uang giral yaitu adalah seperti cek, giro, telegraphic transfer, dan lain-lain.
3. Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surata atau sertifikat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah. Contoh uang kuasi adalah saham, obligasi, dan lain-lain.
 
DAFTAR PUSTAKA
 http://organisasi.org/pengertian-permintaan-dan-penawaran-hukum-faktor-yang mempengaruhi
 http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_17384/title_perbedaan-uang-kartal-dan-giral/
 http://herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id/files/2009/03/herwnetikabentuk11.doc
 http://repository.binus.ac.id/content/J0024/J002463238.ppt
 http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/biaya-cost-dan-pendapatan-revenue/
 http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/08/makalah-tentang-biaya-cost.html

 ftp://smpn1-mlg.sch.id/Ekonomi/Harga%20Keseimbangan%20Pasar.pdf

Minggu, 13 Juni 2010

Virus & Anti-Virus

 Siklus Hidup Virus
Virus adalah sama dengan program komputer lain. Perbedaan dengan program lain adalah virus dapat menyangkutkan dirinya ke program lain dan mengeksekusi kodenya secara rahasia setiap kali program sedang berjalan. Masalah yang ditimbulkan virus adalah virus sering merusak sistem komputer seperti menghapus file, partisi disk, atau mengacaukan program.
Virus mengalami siklus hidup empat fase (tahap), yaitu :
1.    Fase tidur (dormant phase)
Virus dalam keadaan mengaggur, virus akan tiba-tiba aktif oleh suatu kejadian seperti tibanya tanggal tertentu, kehadiran program atau file tertentu, atau kapasitas disk yang melewati batas. Tidak semua virus mempunyai tahap ini.
2.    Fase Propagarasi (propagation Phase)
Virus menempatkan kopian dirinya ke program lain atuah daerah sistem tertentu di disk. Program yang terinfeksi virus akan mempunyai kloning virus. Kloning virus itu dapat kembali memasuki fase propagarasi
3.    Fase Pemicuan (Triggering Phase)
Virus diaktifkan untuk melakukan fungsi tertentu. Seperti pada fase tidur, fase pemicuan dapat disebabkan beragam kejadian sistem termasuk penghitung jumlah kopian dirinya.
4.    Fase Eksekusi (Execution Phase)
Virus ini menjalankan fungsinya, Fungsinya mungkin sepele seperti sekedar menampilkan pesan di layar atau merusak seperti merusak dan file-file data, dan sebagainya.
Sebagian besar virus melakukan kerjanya untuk sistem opearsi tertentu, lebih spesifik lagi pada platform perangkat keras tertentu. Virus dirancang memanfaatkan rincian dan kelemahan sistem tertentu.

 Infeksi Virus
Sekali virus telah memasuki sistem dengan menginfeksi satu program, virus berada dalam posisi menginfeksi beberapa atu semua file.exe serta file biner yang lain di sistem itu saat program terinfeksi dieksekusi. Infeksi virus dapat sepenuhnya dihindari dengan mencegah virus masuk sistem. Pencegahan ini sangat sulit karena virus dapat menjadi bagian program di luar sistem.
Sebagian besar virus mengawali infeksinya dari pengkopian disk yang telah terinfeksi virus. Banyak disk berisi game atau utilitas di rumah dikopikan ke mesin kantor. Disk ini berisi virus pun dapat terdapat di disk yang dikirim produsen aplikasi. Hanya sejumlah kecil infeksi virus yang dimulai dari hubungan jaringan.

Tipe-tipe Virus
Saat ini perkembangan virus masih berlanjut, terjadi perlombaan antara penilis virus dan pembuat anti-virus. Begitu satu tipe dikembangkan anti-virusnya, tipe virus yang lain muncul.
Klasifikasi tipe virus adalah sebagai berikut :
·  Parasitic Virus
Merupakan vorus tradisional dan bentuk yang paling sering. Tipe ini mencantolkan diri ke file.exe. Virus mereplikasi ketika program yang terinfeksi dieksekusi dengan mecari file-file exe lain untuk diinfeksi.
·  Memory-resident virus
Virus memuatkan diri ke momori utama sebagai bagian program yang menetap. Virus menginfeksi setiap program yang dieksekusi
·  Boot sector virus
Virus menginfeksi master boot record atau boot record dan menyebar saat sistem di-boot dari disk yang berisi virus.
·  Stealth Virus
Virus yang bentuknya telah dirancang agar dapat menyembunyikan diri dari deteksi perangkat lunak anti-virus.
·  Polymorphic virus
Virus bermutasi setiap kali melakukan infeksi. Deteksi dengan “penandaan” virus tersebut tidak dimungkinkan.

Anti-Virus
Solusi ideal terhadap ancaman virus adalah pencegahan. Jangan izinkan virus masuk ke sistem. Sasaran ini, tidak mungkin dilaksanakan sepenuhnya. Pencegahan dapat mereduksi sejumlah serangan virus. Setelah pencegahan terhadap masuknya virus, maka pendekatan berkutnya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
·  Deteksi
Begitu infeksi telah terjadi, tentukan apakah infeksi memang telah terjadi dan cari lokasi virus
·  Identifikasi
Begitu virus terdeteksi maka identifikasi virus yang menginfeksi program
·  Penghilangan
Begitu virus dapat diidentifikasi maka hilangkan semua jejak virus dari program yang terinfeksi dan program dikembalikan ke semula (sebelum terinfeksi)
Jika deteksi sukses dilakukan tapi identifikasi atau penghilangan tidak dapat dilakukan maka alternatif yang dilakukan adalah hapus program yang terinfeksi dan kopi kembali back-up program yang masih bersih.
Sebagaimana virus berkembang dari yang sederhana menjadi semakin canggih, begitu juga paket perangkat lunak anti-virus. Saat ini program anti-virus semakin kompleks dan canggih. Perkembangan anti-virus dapat diperiode menjadi empat generasi, yaitu :
1.      Generasi Pertama : sekedar scanner sederhana
2.      Generasi Kedua : scanner yang pintar (heuristic scanner)
3.      Generasi Ketiga : jebakan-jebakan aktivitas (activity trap)
4.      Generasi Keempat : proteksi penuh (full-featured protection)

Minggu, 21 Maret 2010

Sistem Operasi Linux

1.  Sistem Operasi
     Kalau bicara tentang sistem operasi, tentunya merupakan sekumpulan rutin perangkat lunak yang berada diantara program aplikasi dan perangkat keras. Semua perangkat lunak berjalan dibawah kendali sistem operasi, mengakses perangkat keras melalui sistem operasi, dan mengikuti aturan-aturan yang dijalankan oleh sistem operasi.



                       Gambar 1 Sistem operasi bertindak sebagai antarmuka
Karena sistem operasi bertindak sebagai antarmuka dengan perangkat keras, maka pemrogram aplikasi      tidak berkomunikasi langsung dengan perangkat keras sehingga menyederhanakan pemrograman. Pengaksesan ke perangkat keras merupakan hal yang bisa dilakukan aplikasi, untuk menyatukan fungsi pengaksesan perangkat keras ke sistem operasi membuat kode itu tidak perlu diduplikasikan di masing-masing aplikasi.


2.Sistem Operasi Linux
Linux yang sering kita dengar itu adalah tiruan (clone) UNIX, dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds, Universitas Helsinki, Finlandia sebagai proyek hobby. Terdapat banyak distribusi (pemaketan) linux untuk mempermudah memperoleh linux. Distribusi linux tersebut antaralain :
~ Slackware              ~ Caldera
~ Debian                   ~ Turbo Linux
~ RedHat (Fedora)    ~ Mandrake
~ S.u.S.e (OpenSuse) ~ Ubuntu, dsb.
Perbedaan diantara distribusi-distribusi itu antaralain pada hal-hal sebagai berikut :
  • Paket-paket perangkat lunak yang disertakan didistribusi
  • Struktur direktori
  • Metode pemaketan perangkat lunak
  • Inisialisasi sistem
Kalau boleh saia jujur sebenarnya saat ini linux didukung perusahaan besar seperti IBM, Informix, SyBase, Oracle, Corel, Intel, Sun Microsystem, Compaq, Dell, dan sebagainya. Kemudian perlu diketahui juga bahwa linux juga merupakan sistem operasi terbanyak sebagai internet server. Sebagai contoh e-lounge di universitas gunadarma juga menggunakan linux sebagai servernya internet.
so.. bagi yang belum nyoba, buruan cobain linux !

Kalau berbicara masalah Arsitektur Dasar sistem operasi linux, tentunya tidak akan lepas dari yang apa itu yang namanya kernel. Kernel itu jantung sistem operasi, mengapa demikian ? ? inilah jawabanya:
  • Kernel menyediakan kakas yakni semua layanan yang disediakan sistem komputer
  • Kernel mencegah proses aplikasi mengakses perangkat keras secara langsung sehingga memaksa proses menggunakan kakas yang disediakan
  • Kernel memberi proteksi kepada pemakai dari gangguan pemakai lain
    => Selain itu kernel juga berisi beberapa bagian penting, yaitu:
  • Manajemen proses
  • Manajemen memori
  • Driver-driver perangkat keras
  • Driver-driver sistem file
  • Manajemen jarigan
  • Dan beragam subsistem lain








    Gambar 2 Bagian-bagian penting kernel Linux

Kamis, 14 Januari 2010

Remaja Oh Remaja

Masalah Remaja biasanya dipahami sebagai masa pergaulan. Di masa remaja ini seorang remaja biasanya mencari teman sebanyak-banyaknya. Di luar belajar, waktu seorang remaja biasanya dihabiskan untuk bermain bersama teman-temannya. Ia bercanda dan memperbincangkan banyak hal dengan teman-temannya dari mulaimasalah pribadi sampai pada hal-hal yang bersifat hiburan.
Karena itu, remaja gaul biasanya sangat disenangi oleh teman-temannya, baik teman sejenis maupun lawan jenisnya. Sedangkan remaja menutup diri biasanya tidak mmemiliki banyak teman. Ia biasanya dikatakan remaja kurang gaul atau kuper (kurang pergaulan). Dalam persepsi remaja, remaja gaul dipahami sebagai remaja yang dapat diajak gaul model apa saja dan diajak kemana ok saja. Jika temannya merokok, ia pun harus merokok. Jika temannya mengenakan pakaian yang mempertontonkan aurat, ia pun harus mengikutinya. Jika temannya minum-minuman keras atau mengkonsumsi NARKOBA, ia pun harus mengikutinya. Jika temannya bergaul bebas dengan lawan jenisnya, ia pun harus mengikutinya dan seterusnya. Gaul dipahami sebagai kebersamaan, kesetiaan, kesamaan sikap dan tingkah laku. Sehingga kalau ada yang tidak mau mengikuti apa yang menjadi trend dikalangan teman-temannya, ia dikatakan kuper, sok suci, sok ustadz, anak mamah dan lain sebagainya. Misalnya sekelompok remaja kebiasaannya setelah pulang sekolah nongkrong di mal-mal tanpa ada tujuan pasti, sementara ada temannya yang tidak mau mengikuti mereka, maka temannya yang tidak mau turut dikatakan kuper atau kurang gaul. Karena itu banyak remaja terjerumus NARKOBA dan perbuatan negatif lainnya akibat ada rasa gengsi jika tidak mengikuti apa yang dilakukan teman-temannya.
Dalam suasana seperti ini mungkinkah seorang remaja berperilaku sholeh (mengikuti norma-norma agama) tetapi tetap bisa bergaul dengan teman-temannya? Mungkinkah seorang remaja selalu berkata benar, berkata-kata yang baik-baik saja, membatasi banyak berkumpul dengan lawan jenis. Membatasi banyak berkumpul dengan teman-teman untuk hal yang tidak perlu dan selalu mengutamakan pelajaran dari pada hiburan, dapat bergaul dengan teman-temannya? Karena selama ini remaja yang berperilaku sholeh sering dicap sebagai remajayang kurang gaul alias ekslusif.
Tentu saja bisa, terutama jika kita mampu mengubah persepsi apa yang dinamakan remaja gaul. Pengubahan persepsi itu sendiri tidak perlu menunggu orang lain melakukannya, melainkan harus dari diri kita sendiri. Kita harus mendefinisikan apa yang disebut sebagai remaja gaul dengan ukuran normal agama dan kita harus mampu komitmen dengan pendefinisian itu. Kita tidak boleh terombang ambing dengan persepsi orang lain. Kalu menurut kita, kita sudah cukup gaul sesuai dengan norma agama, maka biarkan saja orang mau berkata apa.
Karena itu, yang terpenting adalah seorang remaja mengetahui norma-norma agama yang mengatur pergaulan antarmanusia, diantaranya :
1.Lebih baik diam daripada berkata yang tidak baik
Rasulullah SAW bersabda :
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaknya berkatalah yang baik-baik saja, (atau kalau tidak bisa) sebaiknya diam saja”. (H.R Muslim).
Lebih baik diam, daripada berkata-kata yang tidak perlu, apalagi perkataan yang mengandung maksiat. Seorang remaja tidak perlu khawatir dikatakan kurang pergaulan akibat sikapnya yang banyak diam. Asal jangan jadi remaja yang sok alim. Sok pendiam, tapi diam-diam kelakuannya lebih parah dari teman-temanya.
2.Lebih takut kepada Allah daripada kepada yang lain-Nya
Seorang remaja harus berani berkata “tidak” kepada ajakan negatif kawan-kawannya. Jangan takut dikatakan “kuper” atau sok alim untuk menolak ajakan maksiat kawan-kawannya. Karena dalam islam tidak boleh ada ketaatan kepada orang lain, biarpun kepada pemimpin atau orang tua, apalagi kawan jika menyangkut kemaksiatan kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah sesungguhnya ketaatan hanya dalam hal kebaikan”.
(H.R Bukhari dan Muslim)
3.Mengutamakan kepentingan akhirat daripada kepentingan dunia
Seorang remaja adalah orang yang sudah mukallaf, artinya harus menjalankan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya. Karena itu, jika seorang remaja melakukan perbuatan melanggat ketentuan Allah, ia akan mendapat dosa dan akan disiksa di akhirat nanti. Maka dari itu, seorang remaja yang sholeh akan mengutamakan kepentingan dunia yang hanya sementara. Allah SWT berfirman, artinya “Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. (QS. Adh-Dhuha: 4)
Biarlah dikatakan kurang gaul atau perkataan lainnya, tetapi yang penting masa depan kita di akhirat nanti selamat.
4.Rela bersusah-susah terlebih dahulu untuk mendapatkan kebahagiaan / keberhasilan
Tidak ada keberhasilan yang dicapai tanpa perjuangan. Semua orang sukses pasti telah melakukan perjuangan terlebih dahulu. Seperti kata pepatah, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”
Seorang remaja yang menahan dirinya untuk tidak banyak bermain, memanfaatkan waktu untuk belajar dan mengikuti kursus-kursus yang lain, mungkin ia akan merasa hidupnya tertekan atau kurang hiburan. Apalagi zaman sekarang ini, dimana acara-acara televisi bagus, ada pertandingan sepakbola terkenal, sinetron percintaan anak remaja, dan lain-lain.
5.Tidak melakukan perbuatan sia-sia
Seorang remaja harus memiliki pertimbangan ketika akan melakukan semua perbuatan baik berkaitan dengan kegiatan dalam sekolah atau dihubungkan dengan pendidikan. Lakukanlah perbuatan atau ikutilah kegiatan yang mendatangkan manfaat dan tinggalkanlah perbuatan dan kegiatan yang sia-sia. Ingatlah firman Allah SWT:
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran.” (QS. Al-Ashr:1-3)
Yang dilakukan remaja adalah kegiatan yang positif (amal sholeh) bukan kegiatan yang sia-sia. Seorang remaja yang mampu menjalankan prinsip-prinsip ini dalam pergaulannya, tidak bsa disebut sebagai remaja kurang pergaulan apalagi remaja yang sok alim atau sok sholeh. Ia justru remaja sholeh yang patut dijadikan teladan bagi kawan-kawannya.
Ini adalah seorang sufi remaja yang mampu menempatkan dirinya ditengah pergaulan modern yang hanya mengedepankan kesenangan. Ia mampu bersikap dan bertindak tanpa melukai perasaan kawannya, tetapi justru menimbulkan simpati dan pujian.

Minggu, 20 Desember 2009

Dinamika Organisasi

I PENDAHULUAN

Manusia merupakan satu dari jutaan Makhluk Allah yang hidup dengan berkelompok.
semakin maju peradaban, semakin maju pula cara manusia berkelompok. Seperti yang kita
lihat ahir-ahir ini, banyak sekali muncul kelompok, komunitas, ataupun organisasi dengan
berbagai latar belakang.
Sebuah organisasi, tentu tidak akan pernah menjadi besar jika anggotanya hanya berfikir
bahwa keberadaanya dalam organisasi tersebut hanya didasarkan atas kesamaan nasib
belaka. Tentu dalam perjalananya anggota organisasi yang seperti itu haruslah melakukan
redefinisi atas eksistensinya tersebut.
Persamaan tujuan, salah satu hal yang bisa memacu semua anggota organisasi untuk lebih
memajukan organisasinya. Dinamika dalam pencapaian suatu tujuan merupakan hal yang
wajar, selama masing-masing pihak masih punya ghiroh untuk duduk bersama dengan azas
kekeluargaan yang profesional. karena jika disikapi dengan arif, sebuah konflik bisa
menjadi elemen yang konstruktif untuk memajukan organisasi.
Suatu organisasi tentu akan terjadi suatu dinamika dimana menuntut perhatian pengurus
dan anggotanya. Dinamika organisasi yang harus dikelola secara cerdas dan konstruktif
ialah terletak pada konflik yang sering timbul di suatu organisasi, karena dalam
kenyataannya konflik tidak selamanya bersifat destruktif akan tetapi akan mampu
meningkatkan produktifitas suatu organisasi apabila dapat di atasi dan dikelola dengan
baik. Pada kenyataanya ada hal-hal yang dapat mempengaruhi pergerakan atau proses
berjalannya suatu organisasi. Empat alasan utama untuk adanya dinamika organisasi :
1) Adanya pekerjaan memerlukan pengorganisasian
2) Hasil-hasil yang tak terpisahkan dari personal
3) Pertimbangan ekonomis, pertumbuhan dan ketegangan
4) Perubahan teknologi

II PEMBAHASAN

==> Dinamika Konflik
• Pengertian Konflik
Kata ‘Konflik’ itu berasal dari bahasa Latin ‘Confligo’, yang terdiri dari dua kata, yakni
‘con’, yang berarti bersama-sama dan ‘fligo’, yang berarti pemogokan, penghancuran atau
peremukan.
Para ahli memberikan definisi yang berbeda tentang konflik, sesuai dengan sudut tinjauan
masing-masing. Berikut beberapa definisi konflik :
1) Sebagai Proses, Robbins (1994 : 451) menyebut konflik as a process in which an
effort is purposely made by A to offset the efforts of B by some form of
blocking that will result in frustrating B in attaining his or her goals or furthering
his or her interests.
2) Sebagai Pertentangan, pengertian DuBrin (1984 : 346), mengacu pada
pertentangan antar individu, kelompok atau organisasi yang dapat meningkatkan
ketegangan sebagai akibat yang saling menghalangi dalam pencapaian tujuan.
3) Sebagai Perilaku, Tjosfold (dalam Champoux, 1996 : 295), memandang Konflik
dalam organisasi sebagai perilaku yg berlawanan dan bertentangan.
4) Sebagai Hubungan, Martinez dan Fule (2000 : 274) menyatakan konflik adalah
suatu hubungan yang terjadi antara dua orang, kelompok, organisasi maupun
golongan.
5) Sebagai Situasi, Nelson dan Quick (1997 : 178) melihat konflik sebagai suatu
situasi dimana tujuan, sikap, emosi dan tingkah laku yang bertentangan
menimbulkan oposisi dan sengketa antara dua kelompok atau lebih.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari berbagai pendapat di atas, ialah bahwa konflik adalah
suatu proses yang bermula dari konflik laten (terpendam). Jika tidak diselesaikan akan
berkembang dan membahayakan organisasi. Kemudian, Konflik juga adalah suatu perilaku
beroposisi. Artinya, orang yang terlibat konflik akan melakukan hal-hal yang menentang
atau menghalangi usaha lawan. Terakhir, Konflik adalah suatu hubungan yang selalu
terjadi pada setiap manusia selama dia melakukan hubungan.
• Mengapa Konflik..?
Secara umum karena ada perbedaan pendapat antara anggota, yang menimbulkan konflik.
Misalnya : perbedaan persepsi, perbedaan cara merealisasikan tujuan dan juga perbedaan
kepentingan.
• Konflik Organisasi
Konflik Organisasi (organizational conflict) adalah perbedaan pendapat atau pertentangan
antara dua atau lebih individu-individu atau kelompok-kelompok atau unit-unit kerja
dalam organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi
sumber daya yang terbatas dalam aktivitas kerja dan kenyataan bahwa mereka memiliki
tujuan, nilai, persepsi, dan interes yang berbeda.
Untuk mencapai tujuan organisasi, tidak jarang terjadi perbedaan persepsi atau pandangan di
antara individu atau di antara kelompok individu dalam menerjemahkan misi organisasi sehingga
menimbulkan konflik
Konflik dalam organisasi ditandai dengan ciri-ciri;
1) terdapat perbedaan pendapat / petentangan antara individu atau kelompok,
2) terdapat perselisihan dalam mencapai tujuan disebabkan adanya perbedaan persepsi
dalam menafsirkan program organisasi,
3) terdapat pertentangan norma dan nilai-nilai individu atau kelompok,
4) adanya pertentangan sebagai akibat munculnya gagasan – gagasan baru dalam
mencapai tujuan organisasi secara efektif.
5) adanya sikap dan prilaku saling menghalangi pihak lain untuk memperoleh
kemenangan dalam memperebutkan sumber daya organisasi yang terbatas.

==> Jenis-jenis Konflik
Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu
konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok, konflik
antar kelompok dan konflik antar organisasi.
# Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi
bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin
dipenuhi sekaligus. Sebagaimana diketahui bahwa dalam diri seseorang itu biasanya
terdapat hal-hal sebagai berikut:
1) Sejumlah kebutuhan-kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing
2) Beraneka macam cara yang berbeda yang mendorong peranan-peranan dan
kebutuhan-kebutuhan itu terlahirkan.
3) Banyaknya bentuk halangan-halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dan
tujuan.
4) Terdapatnya baik aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi tujuan
yang diinginkan.
Hal-hal di atas dalam proses adaptasi seseorang terhadap lingkungannya acapkali
menimbulkan konflik. Kalau konflik dibiarkan maka akan menimbulkan keadaan yang
tidak menyenangkan. Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :
1) Konflik pendekatan-pendekatan,
Contoh: orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik.
2) Konflik pendekatan – penghindaran,
Contoh: orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan.
3) Konflik penghindaran-penghindaran
Contoh : orang yang dihadapkan pada satu hal yang mempunyai nilai positif dan
negatif sekaligus.
# Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena
pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang
berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan
suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini
akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak
akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.
# Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok. Hal ini seringkali
berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai
konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh
dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena
ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas kelompok dimana ia berada.
# Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama. Konflik ini merupakan tipe
konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi. Konflik antar lini dan staf,
pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.
# Konflik antara organisasi. Sebagai contohnya seperti di bidang ekonomi dimana
Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini
biasanya disebut dengan persaingan. Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah
menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis
baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

==> Sumber-sumber Konflik
Sumber-sumber yang menjadikan konflik tersebut muncul, secara umum biasanya terjadi
karena hal dibawah ini:
1. Adanya aspirasi yang tidak ditampung.
2. Saling ketergantungan tugas.3. Ketergantungan satu arah.
4. Ketidakpuasan, perasaan ketidakadilan.
5. Distorsi komunikasi.
6. Tidak ada pedoman.
7. Aturan yang kurang jelas.
8. Kurang transparannya beberapa hal.

==> Strategi Penyelesaian Konflik
1) Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak
terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan
ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang
berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik
dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk
memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”
2) Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah,
khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya
kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat
yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan
menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.
3) Kompetisi
Gunakan metode ini jika kita percaya bahwa kita memiliki lebih banyak informasi dan
keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika kita tidak ingin
mengkompromikan nilai-nilai kita. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa
jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.
4) Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan,
saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat
menguntungkan semua pihak.
5) Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja
yang sama. Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling
mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

==> Motivasi
Motivasi secara umum sering diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri seseorang yang
dapat mendorong, mengaktifkan, menggerakkan dan mengarahkan perilaku seseorang.
Dengan kata lain motivasi itu ada dalam diri seseorang dalam wujud niat, harapan,
keinginan dan tujuan yang ingin dicapai.
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas
perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam
kehidupan lainnya. Dalam konteks studi psikologi, Abin Syamsuddin Makmun (2003)
mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa
indikator, diantaranya:
(1) durasi kegiatan;
(2) frekuensi kegiatan;
(3) persistensi pada kegiatan;
(4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan;
(5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan;
(6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan;
(7) tingkat kualifikasi prestasi yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan;
(8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.

==> Teori Motivasi
Untuk memahami tentang motivasi, kita akan bertemu dengan beberapa teori tentang
motivasi, diantaranya :
1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada
pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :
(1) Kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : lapar, haus, istirahat dan sex
(2) Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga
mental, psikologikal dan intelektual
(3) Kebutuhan akan kasih sayang (love needs)
(4) Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), pada umumnya tercermin dalam
berbagai simbol-simbol status; dan
(5) Aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan seseorang
mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi
kemampuan nyata.
2. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for
Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan
kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Menurut McClelland karakteristik orang
yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu :
(1) preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat;
(2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka
sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain.
(3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka,
dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.
3. Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG”)
Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer
merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu :
E = Existence (kebutuhan akan eksistensi),
R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan
G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan)
Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa :
 # Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan
untuk memuaskannya;
 # Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar
apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan;
 # Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi,
semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar.
# Pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Artinya, karena
menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif
yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang
mungkin dicapainya.
4. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman
motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor”
dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.
• Faktor Motivasional
Fakor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya
intrinsic (bersumber dalam diri seseorang).Misal : pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh,
kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain.
• Faktor Hygiene
Faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik
(bersumber dari luar diri), yang turut menentukan perilaku seseorang dalam
kehidupan seseorang.
Misal : status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan
atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan
yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi
dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.
Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah
memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam
kehidupan seseorang, apakah bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.
5. Teori Keadilan
Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan
kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang
diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang
diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :
• Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau
• Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang
menjadi tanggung jawabnya.
• Bila itu tidak mungkin, kita menghapus kekecewaan dengan meng-undurkan diri
dari organisasi tsb.
6. Teori penetapan tujuan (goal setting theory)
Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam
mekanisme motivasional yakni :
1) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian;
2) tujuan-tujuan mengatur upaya;
3) tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan
4) tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan
7. Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )
Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation”
mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “Teori Harapan”. Menurut teoriini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan
perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang
diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan
tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya
mendapatkannya. Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata
bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu
cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang
diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu
tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.
8. Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku
Di dalam teori ini berlakulah apaya yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yang
menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai
konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan
perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan. Contoh yang
sangat sederhana ialah seorang juru tik yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan
baik dalam waktu singkat. Juru tik tersebut mendapat pujian dari atasannya. Pujian
tersebut berakibat pada kenaikan gaji yang dipercepat. Karena juru tik tersebut
menyenangi konsekwensi perilakunya itu, ia lalu terdorong bukan hanya bekerja lebih
tekun dan lebih teliti, akan tetapi bahkan berusaha meningkatkan keterampilannya,
misalnya dengan belajar menggunakan komputer sehingga kemampuannya semakin
bertambah, pada gilirannya diharapkan mempunyai konsekwensi positif lagi di
kemudian hari.
Contoh sebaliknya ialah seorang pegawai yang datang terlambat berulangkali mendapat
teguran dari atasannya, mungkin disertai ancaman akan dikenakan sanksi indisipliner.
Teguran dan kemungkinan dikenakan sanksi sebagi konsekwensi negatif perilaku
pegawai tersebut berakibat pada modifikasi perilakunya, yaitu datang tepat pada
waktunya di tempat tugas.
Penting untuk diperhatikan bahwa agar cara-cara yang digunakan untuk modifikasi
perilaku tetap memperhitungkan harkat dan martabat manusia yang harus selalu diakui
dan dihormati, cara-cara tersebut ditempuh dengan “gaya” yang manusiawi pula.
9. Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi.
Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor,
baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah :
(a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri;
(b) harga diri;
(c) harapan pribadi;
(d) kebutuhaan;
(e) keinginan;
(f) kepuasan kerja;
(g) prestasi kerja yang dihasilkan.
Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah :
(a) jenis dan sifat pekerjaan;
(b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung;
(c) organisasi tempat bekerja;
(d) situasi lingkungan pada umumnya;
(e) sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.

III REFERENSI
 1. Hasbullah, Dinamika Organisasi
 2. Supriyadi, Teori Organisasi
 3. Akhmad Sudrajat, Psikologi Pendidikan (Teori Motivasi)

Minggu, 01 November 2009

Akhlak Kepemimpinan

بسم الله الرَّحْمٰنِ الرَّحِيـمِ

PENDAHULUAN
Istilah akhlaq adalah bentuk jamak dari kata khuluq. Kata akhlaq tidak ditemukan di dalam al-Quran. Yang ada adalah kata khuluq, disebut dua kali. Dalam al-Syu’ara (26): 137 إِنْ هَـٰذَا إِلاَّ خُلُقُ ٱلأَوَّلِينَ , kata khuluq dipakai untuk arti adat, kebiasaan, perilaku yang dibikin-bikin. Konteks ayat ini adalah ketika Nabi Hud mengajak kaum ‘Ad untuk mengikutinya dan bertakwa, mereka menolak dengan mengatakan bahwa ajaran Nabi Hud adalah “Sesungguhnya ini tiada lain hanyalah adat orang-orang zaman dahulu saja.” Sedangkan di dalam al-Qalam (68): 4 وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ diartikan dengan “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) mempunyai akhlaq yang agung.”
Ketika ‘Aisyah ditanya tentang akhlaq Rasulullah, dia menjawab, “Akhlaqnya adalah al-Quran” Kemudian ‘Aisyah membaca Surat al-Mu’minun (23): 1-9 yang memuat akhlaq kepada Allah, sikap diri, berbuat demi kesucian (لِلزَّكَـاةِ فَاعِلُونَ ), dan akhlaq kepada sesama manusia. Mungkin karena kata khuluq dipakai untuk perilaku dan kebiasaan Nabi (Hud dan Muhammad), maka kata khuluq (akhlaq) kemudian menjadi berarti sebuah adat kebiasaan atau perilaku yang baik dan agung.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلآخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيراً
Sesungguhnya kamu mempunyai dalam diri Rasulullah teladan yang baik bagi orang yang mendambakan (bertemu) dengan Allah dan Hari Akhir, dan yang ingat kepada Allah sebanyak-nanyaknya. (Al-Ahzab (33): 21).

أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُون َ
Apakah kamu menyuruh orang supaya berbuat baik, sedangkan kamu melalaikan diri kamu sendiri, padahal kamu membaca Kitab. Apakah kamu tidak memakai akalmu? (Al-Baqarah (2): 44)

يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتاً عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لاَ تَفْعَلُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفّاً كَأَنَّهُم بُنْيَانٌ مَّرْصُوصٌ
Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan (organisasi), seakan mereka itu bangunan yang kokoh (Al-Shaff (61): 2-4)

KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan dari seseorang (yaitu pemimpin atau leader) untuk mempengaruhi orang lain (yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya), sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Kepemimpinan terbentuk karena ada seseorang atau beberapa orang dalam warga masyarakat yang melakukan peranan yang lebih aktif dari warga yang lain, sehingga orang (beberapa orang) tadi tampak lebih menonjol dari yang lain dan bisa mempengaruhinya.


PRINSIP-PRINSIP DALAM MEMIMPIN
1. KHARISMATIK, orang muncul sebagai pemimpin karena mempunyai kharisma (daya pikat karena
    pandai, menjadi contoh tauladan yang baik, baik hati, punya status tinggi, dan konsekwen kepada
    kebenaran). Kemampuan management saja tidak mensyaratkan adanya contoh tauladan dan baik hati
    dalam kehidupan sehari-hari.
2. DEMOKRATIS, dalam arti suka bermusyawarah dalam menentukan dan memutuskan suatu masalah.
3. PELOPOR, dalam memimpin, orang mempunyai visi dan misi yang kemudian dilaksanakan. Visi dan misi
    itu hendaknya memberi perubahan ke arah yang lebih baik dan menyenangkan.
4. TEKUN MEMBINA DAN MEMIMPIN. Berbeda dengan orang yang sekedar menjadi manager,
    seorang pemimpin harus tekun membina dan mengarahkan. Pemimpin terkadang perlu ikut terjun dan
    memberi contoh tauladan.


DALAM PRAKTEK
 ==> Ikhlasun Niyyah: Niat ikhlas ber-Organisasi untuk ibadah
 ==> Itqanul ‘Amal: Beramal secara professional untuk mencapai kesempurnaan hasil


KUALITAS PEMIMPIN
1. Kebaikan pribadinya menonjol, sifat-sifatnya terpuji. Baik Hati (Nice, Smiling Face, Helpful), selalu  
    menjadi contoh tauladan.
2. Berani merubah sesuatu yang salah menjadi benar dan berjuang untuk mempertahankannya.
3. Sedikit bicara, banyak bekerja. Tidak banyak wacana, yang penting bekerja dan beramal.
4. Mengedepankan kebersamaan (kolegial), namun tetap dengan tanggung jawab masing-masing pribadi.
    Semua diatur dalam tertib organisasi dengan disiplin yang tinggi. Seperti dalam shalat jamaah, maka shaf
    harus diatur secara tertib.
    

......Kualitas Pemimpin Organisasi......
......Bermanfaat Bagi Organisasi.....
.....Bukan Yang Tidak Bermanfaat Atau Bahkan Membebani Organisasi....


1. Wajib memiliki perilaku mulia sehingga menjadi teladan bagi sesama (Uswatun hasanah). Berusaha
    mempunyai sifat-sifat Nabi saw: Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah. Dan juga sifat-sifat Nabi Musa as:
    Al-Qawiyy dan Al-Amin (ini juga sifat Nabi Muhammad).
2. Perbanyak perbuatan baik (amal salih). Dalam beramal hendaklah dengan niyat ikhlas, bukan riya’ (karena
    ingin dilihat orang). Hindari sifat-sifat sombong, boros, suka merusak, keji dan tidak patut.
3. Usahakan berperilaku mulia sehingga disukai dan diteladani, hindari perilaku tercela sehingga dibenci dan
   dijauhi sesama.
4. Jauhi tindak korupsi dan kolusi, dan praktik-praktik buruk lainnya yang merugikan orang banyak dan
    membawa kehancuran umat manusia


Sumber : dikutip dari tulisan M. Yusron Asrofie

Minggu, 25 Oktober 2009

Kepemimpinan

KEPEMIMPINAN
(Leadership)

“Burung tak pernah tahu bahwa ia dilahirkan untuk terbang,
ketika ia menyadari fitrahnya, maka ia takkan pernah berhenti untuk menjelajah dunia”
Manusia tak pernah tahu bahwa ia dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin, etika ia menyadari fitrahnya, maka ia tak boleh lari menghindarinya”

Pembaca yang terhormat, tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita ketika mendengar kata “Kepemimpinan”, atau bahkan bosan mendengarnya. Perasaan itu wajar terjadi, karena sejak kita usia dini sudah terbiasa mendengar kata-kata itu. Pengetahuan tentang kepemimpinan seharusnya tidak hanya disampaikan pada saat kegiatan orientasi atau pelatihan saja, melainkan setiap saat, kapanpun dan dimanapun kita berada. Karena sesungguhnya kepemimpinan itu akan selalu melekat dan tidak akan pernah lepas dari semua proses kehidupan manusia. Dalam lingkup keorganisasian, pengetahuan kepemimpinan itu tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang ingin menjadi Ketua, akan tetapi semua pelaku organisasi termasuk anggota.
Sebagi insan yang meyakini bahwa kebenaran agama itu mutlak, maka sudah seharusnya kita melandasi setiap perbincangan kita dengan dasar teologi atau dasar agama. Pastinya teman-teman tahu bahkan hadits yang mengatakan “Kullu kum ro’in, wa kullu ro’in mas’ulun an ro’iyyatihi” (kamu semua adalah pemimpin, dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya itu). Sudah jelaskan kalo kita semua ini adalah pemimpin? Makanya kita semua punya kewajiban untuk mempertanggungjawabkan semua yang kita lakukan selama hidup sebagai pemimpin, baik sebagai pemimpin ummat, negara, kelompok, bahkan sebagai pemimpin bagi diri kita masing-masing.

Nah sekarang kita mulai bedah kepemimpinan itu....

Kepemimpinan berasal dari kata “Pemimpin” yang berarti subyek, dan kemudian mendapatkan imbuhan ke-an menjadi “Ke-pemimpin-an” yang berarti proses.
• Pemimpin (leader) adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi serta menggerakkan orang-orang yang ada di sekelilingnya untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama.
• Kepemimpinan (leadership) adalah sebuah proses mempengaruhi atau menggerakkan sekelompok orang atau beberapa orang untuk bekerjasama dalam rangka mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama.
Ada beberapa tipe pemimpin dan kepemimpinan berdasarkan klasifikasi (pengelompokan) tertentu. Berikut ini adalah sebagian kecil dari tipe-tipe pemimpin dan kepemimpinan yang ada.
Berdasarkan munculnya sosok pemimpin
• Pemimpin Struktral, muncul dan ada karena dipilih dalam sebuah forum musyawarah karena kecakapannya, kepandaiannya, dan kemampuannya untuk menjadi seorang pemimpin sesuai dengan kriteria yang sudah disepakati bersama.
• Pemimpin Kultural, muncul dan ada secara tiba-tiba disaat kelompok tertentu membutuhkan seorang pemimpin tanpa proses pemilihan. Biasanya model pemimpin ini terjadi pada masyarakat tradisional dimana bakat, kharisma, dan genetika (keturunan) masih diyakini memiliki kekuatan besar dalam kepemimpinan.
Berdasarkan metode (cara) kepemimpinan, beberapa diantaranya adalah :
• Kepemimpinan Otokratis (otoriter). Pola kepemimpinan ini cenderung memiliki kewenangan dan kebijakan sepihak tanpa memperhatikan keinginan anggotanya.
• Kepemimpinan Militeristik. Aktifitas kepemimpinan bersifat instruktif (perintah), suka dengan upacara-upacara formal, mengedepankan pangkat atau jabatan tertentu. Tipe ini diterapkan pada satuan militer.
• Kepemimpinan Paternalistik (kebapakan). Pola kepemimpinan ini seorang cenderung melakukan semua kepentingan organisasi, karena menganggap bawahannya tidak mampu untuk melakukan. Tipe ini cocok untuk masyarakat yang sama sekali belum mengenal organisasi.
• Kepemimpian Laisses Faire (bebas). Dalam tipe kepemimpina ini, anggota kelompok atau organisasi lebih mendominasi, bebas berekspresi tanpa kendali, sedangkan pemimpin lebih lemah.
• Kepemimpinan Demokratis. Pemimpin cenderung memperhatikan usulan dan masukkan dari anggotanya. Anggota bebas beraspirasi akan tetapi diimbangi dengan control dan kebijakan logis dari pemimpin.
Pemimpin sebagai tokoh utama dalam kepemimpinan, secara ideal harus memenuhi beberapa sifat yang senantiasa melekat pada dirinya. Beberapa sifat itu antara lain:
• Bertanggung jawab. Pemimpin adalah orang yang dipercaya oleh kelompoknya untuk dapat memberikan dorongan, menggerakkan, dan mengajak bersama-sama anggota dalam mencapai cita-cita bersama. Oleh karena itu seorang pemimpin tidak boleh lari dari tanggung jawab yang seharusnya ia laksanakan.
• Cakap dalam memimpin. Artinya, pemimpin yang idealnya memiliki kepandaian dan kecerdasan yang tinggi. Cerdas bukan berarti pintar secara akademis, akan tetapi cerdas dalam menentukan sikap, menentukan kebijakan, dan mencari solusi terbaik ketika menghadapi masalah baik probadi maupun organisasi.
• Percaya diri. Hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah rasa percaya diri yang tinggi. Percaya diri merupakan bagian dari keberanian untuk melakukan perubahan, perbaikan, dan peningkatan.
• Pantang menyerah. Kegagalan adalah konsekuensi logis dalam setiap proses kehidupan. Oleh karena itu, sifat yang harus ditanamkan dalam pribadi seorang pemimpin adalah pantang menyerah menghadapi kegagalan.


“Jabatan pemimpin bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan. Bukan pula sesuatu yang harus ditakuti walaupun itu memang berat. Jabatan pemimpin adalah tanggung jawab yang harus diemban dan dilaksanakan denganpenuh kearifan”


Kepemimpinan Rasulullah
Sosok Muhammad adalah satu-satunya pemimpin yang sempurna. Tidak ada satupun kepemimpinan yang sesempurna beliau, peran Rasulullah Muhammad saw dalam memimpin ummat, melakukan perubahan, mengangkat derajat manusia yang tertindas, serta mewujudkan baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur tidak hanya diakui oleh orang islam. Para ilmuwan dan pemikir dari negeri barat yang notabene orang-orang yang tidak meyakini kerasulan Muhammad (non-muslim) juga mengakui kearifan beliau sebagai pemimpin ummat yang sukses membawa kemakmuran dan peradaban bangsa.
Pola Kepemimpinan yang dilakukan oleh Rasulullah sebagai pemimpin ummat, bukanlah melalui konsep-konsep dan metode yang digambarkan dalam suatu kekuasaan otoriter, bukan pula kebebasan tanpa batas bagi ummatnya. Akan tetapi nilai-nilai kebersamaan dan persamaan derajat yang beliau tampilkan melalui keteladanan. Surat Al-Ahzab ayat 21 memberikan petunjuk jelas bagi kita akan keteladanan Rasulullah Muhammad saw dalam semua sisi kehidupan, termasuk kepemimpinan beliau.
“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri Tauladan yang baik bagimu”

Keteladanan Rasulullah dalam memimpin ummat tercermin dalam tiga kepribadian yang sangat menentukan keberhasilan sebuah proses kepememimpinan, yaitu:
• Pendidik. Nilai-nilai islam yang dibawa oleh Rasulullah menjadi landasan utama dalam beliau memimpin. Langkah dan sikap beliau dalam berhubungan dengan ummat selalu menampakkan nilai pendidikan yang dapat diterima semua golongan, dengan mengedapankan prinsip keadilan yang obyektif.
• Penasehat. Dalam wilayah kehidupan manusia yang begitu kompleks, tentu tidak terlepas dari permasalahan-permasalahan yang mengharuskan beliau terjun langsung untuk menyelesaikannya. Hal ini karena itba’ para sahabat kepada Rasulullah begitu besar, sehingga mereka percaya Rasulullah orang yang tepat memberikan nasehat & bimbingan ketika ada permasalahan.
• Pengayom. Sebagai pemimpin ummat yang professional, Rasulullah selalu mengedepankan kepentingan ummat dibandingkan dengan kepentingan pribadi beliau. Prinsip yang beliau terapkan adalah berlandaskan pada Maqosidus Syari’ah (tujuan disyari’atkannya islam) yaitu untuk menciptakan kemaslahatan dalam masyarakat.
Teman-teman yang berbahagia, sekarang sudah ada gambaran kan tentang kepemimpinan itu..?? dan pastinya juga sudah mengerti bagaimana seharusnya kita bersikap sebagai pemimpin, baik dalam suatu kelompok atau ketika sendiri.


Sumber : dikutip dari tulisan oleh Abdul Mubarok, S.HI (Leadership)